RSS

Penghapusan Sanksi pajak, Sunset Policy Mampu Tambah WP Dalam Jumlah Besar

Berbagai terobosan terus dilakukan Ditjen Pajak dalam rangka peningkatan pelayanan kepada wajib pajak (WP) di antaranya, setelah sunset policyyang sudah selesai berlangsung Februari. Kebijakan itu dilanjutkan dengan penyampaian surat pemberitahuan tahunan (SPT) PPh yang bebas di mana saja dan melalui drop box. Kini, ada lagi terobosan berupa penghapusan sanksi pajak atas keterlambatan penyampaian SPT.

Kesemuanya terobosan tersebut tidak berarti melanggar ketentuan. Tetap dalam koridor dan mengacu peraturan perundang-undangan perpajakan yang ada. Utamanya, sebagaimana diatur dalam LOI No.28/2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Ada hal penting yang mendasari berbagai terobosan dimaksud. Dari telaahan, masih ada dua kondisi yang masih berbeda antara pemerintah dan masyarakat mengenai pelaksanaan kewajiban pajak. Seharusnya tidak demikian.

Di satu sisi, dengan reformasi birokrasi dan modernisasi administrasi perpajakan yang terus dilakukan Ditjen Pajak dalam melayani masyarakat dan mengelola pajak beberapa tahun ini, berbagai perubahan terjadi dalam kerangka good gover-nance Di sisi Iain, temyata, masih belum diimbangi dengan kesiapan masyarakat, utamanya WP.

Akibatnya, apa yang seyiogia-nya harus dilaksanakan masyarakat di bidang perpajakan, belum juga dapat berjalan dengan baik. Apabila hal ini dibiarkan terus, tentu akan merugikan masyarakat sendiri. Dengan konsep pajak bernuansa kemudahan dan sederhana (simplicity), serta kenyamanan (convenience), tetapi ada kepastian (certainty), berbagai terobosan lahir setelah melalui proses.

Meramu berbagai terobosan tersebut dalam dua kondisi berbeda, tidaklah mudah. Berbagai prasyarat disiapkan dan prediksi ke depan harus sudah ditelaah dan dikaji sehingga dampaknya terhadap administrasi dan kebijakan perpajakan tidak bertentangan.

Penqhapusan sanksi

Bermula, antusiasme masyarakat ikut program sunset policy, telah mampu menambah jumlah WP dalam jumlah besar. Selama tahun 2008 sekitar 3,5 juta WP orang pribadi. Bagi mereka sebagai WP baru, sesuai dengan ketentuan wajib menyampaikan SPT PPh orang pribadi tahun pajak 2008. Paling lambat harus disampaikan 31 Maret 2009.

WP baru tersebut beragam pekerjaannya. Ada sebagai karyawan, tetapi ada juga melakukan pekerjaan bebas (profesional, seperti dokter, artis, konsultan) dan pengusaha. Selain masih minim penge-tahuan dan pemahaman akan peraturan perpajakan, juga tidak tertutup kemungkinan masih awam mengenai pajak.

Bagi para karyawan, ada juga yang baru menerima bukti potong pajaknya berupa PPh Pasal 21 tahun pajak 2008 berupa formulir 1721-Al atau 1721-A2 setelah bataswaktu 31 Maret 2009. Kalau begini, apa jadinya?

Ternyata, telah membuat banyaknya WP baru yang belum menyampaikan SPT PPh orang pribadi untuk tahun pajak 2008, padahal sudah lewat batas wak-tunya. Sehingga akan dikenakan denda RplOO ribu.

Di tengah kondisi yang merugikan masyarakat banyak, tentu harus disikapi dengan bijak sesuai dengan prinsip kebijakan publik (publicpolicy), di antaranya mengutamakan kepentingan masyarakat banyaksehingga bisa jadiwaktu saat ini merupakan masa transisi bagi WP baru.

Mencermati kondisional tersebut secara bijak, melaksanakan amanat Pasal 36 Ayat (1) huruf a UU KUP, Dirjen Pajak karena jabatan atau atas permohonan WP dapat mengurangkan atau menghapuskan sanksi administrasi berupa denda yang terutang se-suatu ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, dalam hal sanksi dikenakan karena kekhilafan WP atau bukan karena kesalahannya.

Berarti, kuat dasar hukum bagi pemerintah baik dari sisi kebi jakan publik maupun ketentuan perundang-undangan untuk menghapus sanksi pajak, berupa denda terlambat menyampaikan SPT tersebut.

Tidak secarp otomatis semua WP orang pribadi yang baru terdaftar menikmati hapusnya sanksi pajak. Melainkan, hanya bagi mereka yang menyampaikan SPT PPh orang pribadi (formulir 1770) dengan tenggat 1 April hingga 31 Desember 2009. Artinya, jika tidak juga me nyampaikan SPT-nya, dikenakan sanksi pajak.

Prosesnya tetap berjalan mekanisme perpajakan dalam hal terlambat menyampaikan SPT yakni. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat WP terdaftar akan menerbitkan surat tagihan pajak (STP) sebesar RplOO ribu.

Kemudian, atas kuasa Pasal 36 Ayat (1) huruf a UU KUP akan diusulkan ke Kepala Kanwil Ditjen Pajak untuk dapat menghapuskan sanksi pajak tersebut secara jabatan.

Dengan kondisi ini, kinerja pajak (tax performance) para WP baru tersebut dapat digolongkan masih baik dalam administrasi perpajakan sehingga, masyarakat tidak dirugikan.

Inilah salah satu hakikat dari implikasi reformasi birokrasi dan modernisasi administrasi perpajakan. Yakni, terciptanya kondisi perpajakan yang lebih baik ke masa mendatang, baik bagi masyarakat maupun pemerintah.

Namun, yang perlu diperhatikan masyarakat, bahwa kebijakan penghapusan sanksi pajak ini tidaklah akan setiap tahun dilakukan. Karena tidak baik dari sisi kebijakan publik. Melainkan hanya dalam masa transisi ini saja. Selamat menikmati. 

OLEH LIBERTI PANDIANGAN Kepala Subdit Kepatuhan WP dan Pemantauan Ditjen Pajak
Sumber : Bisnis  Indonesia (www.pajak.go.id)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21/09/2011 in Uncategorized

 

Smartaccounting Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1432 H

Kala pintu neraka ditutup rapat,
dan setan pun diikat erat.
Lebar terbuka pintu-pintu surga,
semoga rahmat Allah di sisi Anda.

Ramadhan telah membayangi kita,
satu malamnya setara 1000 bulan pahala.
Bersabarlah demi ridha Ar-Rahman,
belatih sebulan untuk memperkuat iman.

Jangan lewatkan Ramadhan ini, bisa jadi ia terakhir bagimu.
Luruskan niat kepada ilahi, jaga dan sempurnakan puasamu.
Selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1432 H

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 01/08/2011 in Uncategorized

 

Lembar Kerja Absensi dan Nilai Siswa Otomatis

Profesi menjadi seorang pendidik entah guru ataupun dosen sangatlah mengasikkan dan membanggakan. Terkadang pekerjaan menjadi seorang pendidik merasa terbebani untuk merekap dana absensi dan nilai (UH, KUIS, UTS, UAS, dll), kami menawarkan sebuah lembar kerja otomatis (sampel) yang diharapkan dapat membantu dan mempermudah pekerjaan seorang pendidik dalam hal merekap absensi dan nilai secara otomatis dan mudah digunakan. Format lembar kerja ini masih standart dan umum digunakan, apabila tertarik untuk mengaplikasikan lembar kerja ini dalam aktifitas pembelajaran silahkan hubungi kami. “lembar kerja bisa diedit dan disesuaikan dengan keinginan saudara”  **GRATIS**

Download Lembar Kerja Absensi dan Nilai Siswa

By: SmartAccounting

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 01/08/2011 in Uncategorized

 

Proses Penyelesaian Administrasi Mahasiswa Tahap Akhir (Fakultas Ekonomi – Universitas Negeri Malang)

Aktivitas Pengurusan wisuda PDF

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21/07/2011 in Uncategorized

 

ASPEK AKUNTANSI PADA PERBANKAN SYARIAH

ASPEK AKUNTANSI PADA PERBANKAN SYARIAH

 

Kemunculan bank-bank dan lembaga keuangan Islam sebagai organisasi yang relatif baru menimbulkan tantangan besar. Para pakar syariah Islam dan akuntansi harus mencari dasar bagi penerapan dan pengembangan standar akuntansi yang berbeda dengan standar akuntansi bank dan lembaga keuangan konvensional seperti telah dikenal selama ini.

Standar akuntansi tersebut menjadi kunci sukses bank Islam dalam melayani masyarakat di sekitarnya sehingga, seperti lazimnya, harus dapat menyajikan informasi yang cukup, dapat dipercaya, dan relevan bagi para penggunanya, namun tetap dalam konteks syariah Islam.

Penyajian informasi semacam itu penting bagi proses pem-buatan keputusan ekonomi oleh pihak-pihak yang berhubungan dengan bank Islam. Lebih dari itu, akan memiliki dampak positif terhadap distribusi sumber-sumber ekonomi untuk kepentingan masyarakat. Hal ini karena prinsip-prinsip syariah Islam memberi-kan keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat.

Investasi merupakan dasar aktivitas ekonomi pada suatu masyarakat. Tetapi tidak setiap individu mampu menginvestasikan tabungannya secara langsung. Karenanya, bank Islam memainkan peran penting dengan bertindak sebagai sarana untuk menarik tabungan para individu dan menginvestasikan tabungan-tabungan ini untuk kepentingan individu dan masyarakat.

Islam secara jelas mendorong investasi dan perputaran dana. Ketika Islam mewajibkan zakat, ia mengharuskan bahwa harta harus diinvestasikan. Jika tidak, akan habis oleh zakat pada periode tertentu. Diriwayatkan bahwa Nabi  berkata:

“Perdagangkanlah harta anak yatim itu jika tidak ingin habis termakan zakat.” (H.R. Thabrani)

Hadits ini menjelaskan, bahwa sekalipun anak yatim itu masih kecil, tetapi kalau harta warisannya memenuhi nishab, maka wajib dipenuhi zakatnya. Untuk itu, wali yatim wajib mengeluarkan atas nama si Yatim (kaya) yang berada dalam perwaliannya. Bila si wali mendiamkan saja harta tersebut, maka setiap tahun akan terpotong zakat. Oleh karena itu, Rasulullah menghimbau untuk memutarkan-nya dengan baik dan feasible, sehingga diharapkan ada keuntungan. Jika terdapat keuntungan, maka zakatnya tidak lagi dari asal pokok tetapi dari penambahan keuntungan. Dengan demikian, harta anak yatim bertambah dan tidak berkurang.

Tetapi, untuk mendorong individu menginvestasikan dananya melalui bank Islam, perlu disadari bahwa individu-individu itu harus terlebih dahulu percaya bahwa bank Islam mampu merealisasikan tujuan-tujuan investasinya. Ketiadaan kepercayaan pada ke-mampuan bank Islam untuk berinvestasi secara efisien dan penuh kepatuhan kepada syariah Islam, menyebabkan banyak individu yang menahan diri untuk berinvestasi melalui bank Islam.

Salah satu prasyarat pengembangan kepercayaan itu adalah ketersediaan informasi yang meyakinkan nasabah terhadap kemampuan bank Islam dalam mencapai tujuannya. Di antara sumber-sumber informasi yang penting adalah laporan keuangan dari bank Islam yang disiapkan sesuai dengan standar yang dapat diterapkan pada bank Islam.

Untuk mengembangkan standar tersebut, penting untuk mendefinisikan tujuan dan konsep akuntansi keuangan bank Islam terlebih dahulu. Dalam hal ini tidak ada salahnya untuk mulai mengembangkannya dari standar akuntansi keuangan bank yang ada, tentu saja dengan berbagai perubahan dan modifikasi. Syaratnya, standar yang telah ada tersebut tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip muamalah Islam.

 

Accounting and Auditing Standard for Islamic Financial Institution

Langkah pengembangan standar akuntansi keuangan bank Islam dimulai pada tahun 1987. Sedikitnya lima volume telah terkumpul dan tersimpan di perpustakaan Islamic Research and Training Institute, Islamic Development Bank (IDB). Studi itu telah mendorong pembentukan Acounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (Organisasi Akuntansi Keuangan untuk Bank dan Lembaga Keuangan Islam) yang didaftarkan sebagai organisasi nirlaba di Bahrain pada tahun 1411 H (1991). Sejak didirikan, organisasi ini terus mengembang-kan standar keuangan melalui pertemuan periodik Komite Pelaksana untuk Perencanaan dan Tindak Lanjut.

Pendekatan yang digunakan:

  1. Mengidentifikasi konsep akuntansi yang telah dikembang-kan sebelumnya dengan prinsip Islam tentang ketepatan dan keadilan. Sangat dimungkinkan seseorang akan menentang penerapan konsep-konsep itu, misalnya yang berkaitan dengan definisi karakteristik informasi akuntansi yang bermanfaat seperti relevansi dan realibilitas.
  2. Mengidentifikasi konsep yang digunakan dalam akuntansi keuangan konvensional tetapi tidak sesuai dengan syariah Islam. Konsep semacam itu ditolak atau dimodifikasi secukupnya untuk mematuhi syariah supaya membuatnya bermanfaat. Contoh dari konsep ini adalah nilai waktu dari uang (time value of money) sebagai sifat pengukuran.
  3. Mengembangkan konsep-konsep yang mendefinisikan aspek-aspek tertentu dari akuntansi untuk bank Islam yang tersendiri (unik) kepada cara bertransaksi bisnis yang Islami. Contohnya, konsep yang dikembangkan berdasarkan hukum-hukum yang mendefinisikan risiko dan balasan yang dikaitkan dengan transaksi bisnis, serta terjadinya biaya dan perolehan keuntungan.

 

Fungsi Bank-bank Islam

Bank-bank Islam dikembangkan berdasarkan prinsip yang tidak membolehkan pemisahan antara hal yang temporal (kedu-niaan) dan keagamaan. Prinsip ini mengharuskan kepatuhan kepada syariah sebagai dasar dari semua aspek kehidupan. Kepatuhan ini tidak hanya dalam hal ibadah ritual, tetapi tran-saksi bisnis pun harus sesuai dengan ajaran syariah. Sebagai contoh dalam hal ini adalah aspek yang paling terkemuka dari ajaran Islam mengenai muamalah, yaitu pelarangan riba dan persepsi uang sebagai alat tukar dan alat melepaskan kewajiban. Uang bukanlah komoditas. Dengan demikian, uang tidak memiliki nilai waktu, kecuali nilai barang yang ditukar melalui penggunaan uang sesuai dengan syariah.

Sebagai konsekuensi dari prinsip ini maka bank Islam dioperasikan atas dasar konsep bagi untung dan bagi risiko yang sesuai dengan salah satu kaidah Islam, yaitu “keuntungan adalah bagi pihak yang menanggung risiko.” Bank Islam menolak bunga sebagai biaya untuk penggunaan uang dan pinjaman sebagai alat investasi.

Dalam melaksanakan investasinya, bank Islam memberi keyakinan bahwa dana mereka sendiri (equity), serta dana lain yang tersedia untuk investasi, mendatangkan pendapatan yang sesuai dengan syariah dan bermanfaat bagi masyarakat.

Bank Islam menerima dana berdasarkan kontrak mudhara-bah, yaitu salah satu bentuk kesepakatan antara penyedia dana (pemegang rekening investasi) dan penyedia usaha (bank). Dalam melaksanakan usaha berdasarkan mudharabah, bank menyatakan kemauannya menerima dana untuk diinvestasikan atas nama pemiliknya, membagi keuntungan berdasarkan per-sentase yang disepakati sebelumnya, serta memberitahukan bahwa kerugian akan ditanggung sepenuhnya oleh penyedia dana selama kerugian tersebut bukan diakibatkan oleh kelalaian atau pelanggaran kontrak.

Dalam paradigma akuntansi Islam, bank syariah memiliki fungsi sebagai berikut:

1.       Manajemen Investasi

Bank-bank Islam dapat melaksanakan fungsi ini ber-dasarkan kontrak mudharabah atau kontrak perwakilan.

Menurut kontrak mudharabah, bank (dalam kapasitasnya sebagai mudharib, yaitu pihak yang melaksanakan inves-tasi dana dari pihak lain) menerima persentase keuntungan hanya dalam kasus untung. Dalam hal terjadi kerugian, sepenuhnya menjadi risiko penyedia dana (shahibul maal), sementara bank tidak ikut menanggungnya.

2.       Investasi

Bank-bank Islam menginvestasikan dana yang ditem-patkan pada dunia usaha (baik dana modal maupun dana rekening investasi) dengan menggunakan alat-alat investasi yang konsisten dengan syariah. Di antara contohnya adalah kontrak al murabahah, al mudharabah, al musyarakah, bai as salam, bai al ishtisna, al ijarah, dan lain-lain.

 

Rekening investasi dapat dibagi menjadi tidak terbatas (unrestricted mudharabah) atau terbatas (restricted mudharabah).

a)       Rekening investasi tidak terbatas (general investment)

Pemegang rekening jenis ini memberi wewenang kepada bank Islam untuk menginvestasikan dananya dengan cara yang dianggap paling baik dan feasible, tanpa menerapkan pembatasan jenis, waktu dan bidang usaha investasi.

Dalam skema ini bank Islam dapat mencampurkan dana pemegang rekening investasi dengan dananya sendiri (modal) atau dengan dana lain yang berhak dipakai oleh bank Islam (misalnya rekening koran). Pemegang rekening investasi dan bank Islam umumnya berpartisipasi dalam keuntungan dari dana yang diinvestasikan.

b)       Rekening investasi terbatas (restricted investment)

Pemegang rekening jenis ini menerapkan pembatasan tertentu dalam hal jenis, bidang, dan waktu bank meng-investasikan dananya. Lebih jauh lagi, bank Islam dapat dibatasi dari mencampurkan dananya sendiri dengan dana rekening investasi terbatas untuk tujuan investasi. Bahkan bisa saja ada pembatasan lain yang diterapkan pemegang rekening investasi.

Sebagai contoh, pemegang rekening investasi dapat meminta bank Islam untuk tidak menginvestasikan dananya dalam bidang pertanian dan peternakan. Bisa juga pemegang rekening investasi meminta bank Islam itu sendiri yang melaksanakan investasi, bukan melalui pihak ketiga.

 

Jasa-Jasa Keuangan

Bank Islam dapat juga menawarkan berbagai jasa keuangan lainnya berdasarkan upah (fee based) dalam sebuah kontrak perwakilan atau penyewaan. Contohnya garansi, transfer kawat, L/C, dan sebagainya.

 

Jasa Sosial

Konsep perbankan Islam mengharuskan bank Islam me-laksanakan jasa sosial, bisa melalui dana qardh (pinjaman kebajikan), zakat, atau dana sosial yang sesuai dengan ajaran Islam. Lebih jauh lagi, konsep perbankan Islam juga mengharuskan bank Islam memainkan peran dalam pengembangan sumber daya insani dan menyumbang dana bagi pemeliharaan serta pengembangan lingkungan hidup.

 

Definisi Pernyataan Keuangan

Secara umum, pernyataan keuangan untuk bank Islam dapat digambarkan sebagai berikut:

1)       Pernyataan keuangan yang menggambarkan fungsi bank Islam sebagai investor, hak dan kewajibannya, dengan tidak memandang tujuan bank Islam itu dari masalah investasinya, apakah ekonomi atau sosial. Mekanisme investasi yang diguna-kan terbatas hanya kepada beberapa cara yang dibolehkan syariah. Karenanya, pernyataan keuangan meliputi:

2)       Pernyataan posisi keuangan

3)       Pernyataan pendapatan

4)       Pernyataan aliran kas

5)       Pernyataan laba ditahan atau pernyataan perubahan pada saham pemilik

6)        Sebuah pernyataan keuangan yang menggambarkan perubahan dalam investasi terbatas, yang dikelola oleh bank Islam untuk kepentingan masyarakat, baik berdasarkan kontrak mudharabah atau kontrak perwakilan. Pernyataan semacam ini akan dirujuk sebagai “Pernyataan Perubahan dalam Investasi Terbatas”.

7)        Pernyataan keuangan yang menggambarkan peran bank Islam sebagai fiduciary dari dana yang tersedia untuk jasa sosial ketika jasa semacam itu diberikan melalui dana terpisah.

8)        Pernyataan sumber dan penggunaan dana zakat dan dana sosial.

9)        Pernyataan sumber dan penggunaan dana qardh

 

Definisi Unsur-Unsur Dasar Pernyataan Keuangan

  • Pernyataan posisi keuangan

Asset

Asset adalah sesuatu yang mampu menimbulkan aliran kas positif atau manfaat ekonomi lainnya, baik dengan dirinya sendiri ataupun dengan asset yang lain, yang haknya didapat oleh bank Islam sebagai hasil dari transaksi atau peristiwa di masa lalu. Untuk bisa digambarkan sebagai sebuah asset pada pernyataan posisi keuangan bank Islam, asset itu harus memiliki karakter tambahan berikut:

Ø Dapat diukur secara keuangan dengan tingkat reliabilitas yang wajar.

Ø Tidak boleh dikaitkan dengan kewajiban yang tidak dapat diukur atau hak bagi pihak lain.

Ø Bank Islam harus mendapatkan hak untuk menahan, menggunakan, atau mengelola aset itu.

 

Liabilitas

Liabilitas adalah kewajiban yang berjalan untuk me-mindahkan aset, meneruskan penggunaannya, atau menyediakan jasa bagi pihak lain di masa depan sebagai hasil dari transaksi atau peristiwa di masa lalu. Untuk bisa digambarkan sebagai sebuah liabilitas pada pernyataan posisi keuangan bank Islam, liabilitas itu harus memiliki karakter tambahan berikut:

Ø Bank Islam harus memiliki kewajiban kepada pihak lain dan kewajiban bank Islam tidak boleh saling bergantung (reciprocal) dengan kewajiban pihak lain kepada bank.

Ø Kewajiban bank Islam harus bisa diukur secara keuangan dengan tingkat reliabilitas yang wajar.

Ø Kewajiban bank Islam harus bisa dipenuhi melalui pemindahan satu atau lebih aset bank Islam kepada pihak lain, meneruskan kepada pihak lain akan penggunaan aset bank Islam untuk suatu periode, atau menyediakan jasa pihak lain.

 

Porsi pemegang rekening investasi tak terbatas

Rekening investasi tak terbatas merujuk kepada dana-dana yang diterima bank Islam dari individu-individu atau lainnya dengan dasar bahwa bank Islam akan memiliki hak untuk menggunakan dan menginvestasikan dana-dana itu tanpa pembatasan. Bank Islam dengan demikian juga berhak mencampurkan dana yang diinvestasikan itu dengan modalnya sendiri. Keuntungan atau kerugian suatu investasi usaha dibagi secara proporsional setelah bank Islam menerima bagian keuntungan/kerugiannya sebagai mudharib.

 

Saham pemilik

Saham pemilik merujuk kepada jumlah yang tersisa pa-da tanggal pernyataan posisi keuangan dari aset bank Islam sesudah dikurangi kewajiban, porsi pemegang rekening investasi tak terbatas dan yang setara dengannya, serta pendapatan yang dilarang (nonhalal), jika ada. Itu sebabnya saham pemilik terkadang dirujuk sebagai “the owner residual interest”.

 

Pernyataan pendapatan

Pendapatan

Pendapatan adalah kenaikan kotor dalam aset atau penurunan dalam liabilitas atau gabungan dari keduanya selama periode yang dipilih oleh pernyataan pendapatan yang berakibat dari investasi yang halal, perdagangan, memberikan jasa, atau aktivitas lain yang bertujuan meraih keuntungan, seperti manajemen rekening investasi terbatas.

 

Biaya

Biaya adalah penurunan kotor dalam aset atau kenaikan dalam liabilitas atau gabungan dari keduanya selama periode yang dipilih oleh pernyataan pendapatan yang berakibat dari investasi yang halal, perdagangan, atau aktivitas, termasuk pemberian jasa.

 

Keuntungan

Keuntungan adalah kenaikan bersih dari aset bersih sebagai akibat dari memegang aset yang mengalami peningkatan nilai selama periode yang dipilih oleh pernyataan pendapatan. Keuntungan juga bisa diperoleh dari pemindahan saling tergantung insidental yang sah dan yang tidak saling tergantung, kecuali transfer yang tidak saling tergantung dengan pemegang saham, atau pemegang pemegang rekening investasi tak terbatas dan yang setara dengannya.

 

Kerugian

Kerugian adalah penurunan bersih dari aset bersih seba-gai akibat dari memegang aset yang mengalami penurunan nilai selama periode yang dipilih oleh pernyataan pen-dapatan. Kerugian juga bisa terjadi akibat pemindahan saling tergantung insidental yang sah dan yang tidak saling tergantung, kecuali transfer yang tidak saling tergantung dengan pemegang saham, atau

pemegang rekening investasi tak terbatas dan yang setara dengannya.

(dikutip dan diedit dari akuntansimaniak.co.cc)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 03/06/2011 in Uncategorized

 

TIPS MENGHADAPI UJIAN SKRIPSI

“Andaikan saya disuruh memilih, saya akan memilih ujian skripsi dari pada ujian pendadaran”, Fakta itulah yang banyak diutarakan oleh mahasiswa dilapangan, banyak dari sebagian mahasiswa lebih merasa yakin memperoleh hasil maksimal dalam ujian skripsi dari pada ujian pendadaran, namun menjelang ujian skripsi justru mereka bingung untuk melangkah dan apa yang harus dipersiapkan. Paradigma semacam ini sudah selayaknya dibuang jauh-jauh dari fikiran kita, dikarenakan ujian pendadaran dan ujian skripsi merupakan suatu kesatuan dalam satuan kredit semester (SKS) dalam mata kuliah pendadaran dan skripsi (6 SKS).

Berdasarkan temuan fakta diatas, pada akhirnya penulis ingin “sharing” trik secara singkat dalam menghadapi ujian skripsi. Guna pencapaian hasil maksimal perlu diketahui sebelumnya beberapa poin yang menjadi penilaian utama oleh tim penguji diantaranya adalah:

1. POINT PENILAIAN

a.      Metodologi penelitian 30 %

  1. Rumusan Masalah  ( termasuk alasan melakukan penelitian )
  2. Tujuan
  3. Prosedur Pengumpulan Data
  4. Analisis Data
  5. Interpretasi Hasil
  6. Penarikan Kesimpulan

b.      Materi 30 %

  1. Relevansi Teori dengan Praktik
  2. Ke-Komprehensif-an

c.       Proses bimbingan 20 %

  1. Keajegan Konsultasi
  2. Intensitas Konsultasi

d.      Proses Ujian 20 %

  1. Kemampuan Menjelaskan
  2. Sikap Substansi
  3. Keterbukaan dalam Menjelaskan

2. MEDIA PRESENTASI

Media merupakan salah satu aspek penting guna menunjang kelancaran prosesi ujian skripsi. Media presentasi bisa dalam bentuk TRANSPARANSI apabila menggunakan OHP. POWER POINT atau MEDIA FLASH apabila menggunakan LCD, disarankan untuk membuat media dalam dua bentuk tersebut, dikarenakan pada waktu menjelang ujian “kita” belum bisa menentukan akan menggunakan media TRANSPARANSI atau POWER POINT.

Konten dari media presentasi yang dibuat juga perlu dijadikan perhatian, media presentasi sekurang-kurangnya mencakup seluruh point A dan B (Metodologi penelitian dan materi).

CONTOH SLIDE UJIAN SKRIPSI (Lihat Lampiran)

3. SIKAP

Meliputi etika berpakaian yang sopan dan tidak berlebihan, tutur kata yang sopan pada saat memaparkan skripsi dan menjawab pertanyaan dari tim penguji skripsi.

4. KEMAMPUAN MENJELASKAN

Percaya diri pada saat menjelaskan atau memaparkan skripsi anda, percaya diri akan memunculkan aura positif yang akan memberikan keyakinan pada dewan penguji bahwa anda telah siap untuk diuji. Keraguan atau tidak percaya diri akan memunculkan kesan bahwa anda tidak mengusai skripsi buatan anda sendiri

Pledoi terkadang juga perlu, namun harus dilandasi dengan teori yang kuat

5. LAKUKAN DENGAN IKHLAS DAN SENANTIASA BERDOA

Saran terakhir, awali semua rangkaian tersebut dengan iklas dan senantiasa berdoa dengan setulus hati dan mintalah pertolongan serta kemudahan hanya pada ALLAH SWT (Muslim). Semoga melalui tulisan ini dapat memberikan gambaran tentang apa yang mestinya dipersiapkan dalam prosesi ujian skripsi dan semoga ALLAH SWT senantiasa memberikan kemudahan dalam ujian skripsi saudara. Amien..

Salam Smart Accounting.. Rekomendasikan blog ini kepada teman-teman serta sahabat anda apabila anda merasa informasi blog ini bermanfaat untuk mereka. Akhir kata, semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat untuk kita semua, kesalahan datangnya dari kami dan kebenaran datangnya dari Allah SWT. Wassalamualaikum Wr Wb.

.

Lampiran Slide Ujian Skripsi Media OHP (contoh sebagai referensi)

Halaman 1     Halaman 2     Halaman 3     Halaman 4

Halaman 5     Halaman 6     Halaman 7     Halaman 8

Halaman 9     Halaman 10   Halaman 11   Halaman 12

Halaman 13

.

Lampiran Slide Ujian Skripsi Media POWER POINT

Download Slide Skripsi All

Note: Animasi Slide Menggunakan MS Power Point 2010, Bisa dioperasikan menggunakan MS Power Point 2007 namun tampilan animasi slide transisi menjadi standart.

.

LEMBAR PENILAIAN (lihat halaman “DOKUMEN”)

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 10/05/2011 in Uncategorized

 

Cara BI Perbaiki Kinerja Bank

Kasus yang menimpa Citibank terkait kasus dugaan pembobolan dana oleh karyawannya, Malinda Dee, dan kematian Irzen Octa, membuat Bank Indonesia (BI) mengambil langkah-langkah perbaikan agar tak terulang lagi.

Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Pengawasan Perbankan, Halim Alamsyah, terdapat tiga aspek yang menjadi perhatian BI untuk perbaikan kinerja perbankan.

Pertama, perbaikan pada pengawasan internal yang terkait operasional perbankan. “Ini akan menjadi fokus kami ke depan,” kata Halim saat jumpa pers di gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat 6 Mei 2011.

Kedua,
BI meminta seluruh bank sesegera mungkin melakukan perbaikan-perbaikan internal. “Kami meminta semua bank melakukan perbaikan sebelum kami menemukan temuan-temuan seperti di Citibank,” ujarnya.

Ketiga, BI akan meninjau kembali aturan-aturan yang telah ada, dan melakukan perbaikan untuk meminimalisasi potensi penyelewengan. “Antara lain aturan kartu kredit, perlindungan nasabah, termasuk aturan mengenai jasa pelayanan yang sifatnya premium,” ujarnya. (art)

Sumber : VIVAnews

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 07/05/2011 in Uncategorized